Ciangsana Farm Kambing Qurban

KH. Muhammad Nur Hayyid: Wudlu adalah simbol Pembersih diri

advertise here
KH. Muhammad Nur Hayyid: Wudlu adalah simbol Pembersih diri
GUNUNG PUTRI, NU BOGOR TIMUR


DKM Masjid Baitul Atqia dan Majelis Padang Mbulan Gelar Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Pengajian Padang Bulan Minggu, (23/04/2017) di Komplek Bumi Ciangsana Damai (KOPRA) Ds. Ciangsana Kec. Gunung Putri Bogor.

Dalam Tausyiah yang disampaikan KH. Muhammad Nur Hayyid berpesan agar Jamaah senantiasa menata hati, meluruskan segala niat agar menjadi amalan akhirat, serta selalu Istiqomah shalat Jama’ah lima waktu. Tak kurang 400 orang jamaah hadir dalam Kegiatan yang mengangkat tema “sehatkan jiwa dengan shalat lima waktu”.

“mari kita menata hati, luruskan niat, dan Istoqomah shalat Jamaah lima waktu” ujar Kyai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren SKILL Jakarta tersebut.

Ia melanjutkan perihal wudhu, merupakan simbolisasi pembersih diri (lisan, mata, pernafasan, telinga, kaki, otak/kepala) sebelum menghadap dan menyembah Zat Allah SWT.

Dalam peristiwa Isra Miraj yang selalu dilakukan oleh Masyarakat Nusantara mempunyai pesan yang sangat kuat diantaranya hal keimanan, banyak muslim yang menjadi murtad kecuali Abu Bakar As-Shidiq karena tabir keimanan yang dibuka oleh Allah.

“Pesan keimanan ketika pelaksanaan Isra Miraj, Banyak muslim yang murtad kecuali Abu Bakar As-Shidiq karena Iman”, Imbuh Pengasuh acara serambi Mekah TVRI tersebut.

Diawali dengan Dzikir dan Shalawat yang diirngi tim Hadrah Cinta Shalawat (Juara I Peringatan Hari Santri se Gunung Putri) dan Tim Hadrah Baitul Atqia (KOPRA) Jammah tampak khusyu.

Isra Miraj mempunyai 3 Alam pertama alam manusia kedua alam malaikat ketiga alam ketuhanan yang memiliki pelajaran yang dapat diambil hikmah dalam kehidupan bermasyarakat.

Wudhu merupakan simbolisasi pembersih diri (lisan, mata, pernafasan, telinga, kaki, otak/kepala) sebelum menghadap/menyembah Zat Allah swt.

Sebagai penutup, ia berpesan bahwa shalat ialah lahan disiplin dari Allah untuk manusia sampai Akhir hayat serta zakat mendidik manusia untuk tidak pelit sehingga semua berkesinambungan.


Acara ini dihadiri Ulama dan Tokoh Masyarakat, Ranting NU Ciangsana, PAC Ansor Gunung Putrid an Satkoryon Banser. (Dham)