Ciangsana Farm Kambing Qurban

Renaisance Generasi Kota Hujan (BOGOR)

advertise here
Renaisance Generasi Kota Hujan (BOGOR)
NU BOGOR TIMUROleh : Fahmi Pauzi Darmawan (Kader GP Ansor Kecamatan Babakan Madang dan Pernah Aktif di Ikatan Mahasiswa Bogor — Bandung Raya (IKMABO-BR))

“Kebangkitan bisa dimulai jika hanya ada sekolompok kecil orang yang mempunyai keberanian dan berkemauan keras, dan hanya butuh dukungan orang-orang yang bisa diajak bertarung. (Che Guevara)”

Renasance Generasi Kota Hujan (BOGOR)
Sebuah abad kemanusiaan yang terjadi dibarat (Eropa), yaitu kemajuan ilmu pengetahuann, yang dalam masyarakat ilmiah dikenal dengan zaman pecerahan (Renaisance). Renasance merupakan masa kebangkitan kemajuan ilmu pengetahuan yang ditandai dengan kemenangan akal atas iman (kaum Gerejawan). Inilah abad perubahan nalar rasioanalis tahap dua di Eropa. Penulis tidak menjabarkan historis renasance lebih detail, namun penulis melihat ada sebuah kebangkitan pada generasi manusia yang meiliki kesadaran akan kemajuan peradaban. Inilah menjadi titik spirit yang harus dipetik dari era renaisance tersebut. 

Penulis melihat bahwa ada sebuah kemiripan kesadaran akan kemajuan yang sama, cuman ada titik perbedaan yaitu kalau reansance yang terjadi di Eropa adalah era orang-orang meninggalkan agama dan beralih ke akal murni, sedangkan bagi kita kemajuan tersebut harus menjadikan agama sebagai instrumen perubahan. Tapi titik temunya adalah tetap perubahan (change).

Inilah yang terjadi pada generasi kota hujan (Bogor), mereka adalah bagian dari ribuan anak negeri ini yang masih memiliki kesadaran akan perubahan masa depan, baik itu pribadi mereka, daerah mereka atau bangsa dan negara ini, cita-cita ini yang tertanam dalam diri mereka. Sehingga tiap waktu mereka berbondong-bondong datang ketanah perantauan untuk mencari ilmu pengetahuan, dengan modal tekat dan semangat yang tinggi, mereka meninggalkan sanak famili mereka dengan waktu yang lama, dan harapan mereka adalah mereka harus menjadi generasi yang bermanfaaat buat bangsa dan negera tentunya buat daerah asalnya Bogor. 

Gelombang Perubahan
Gelombang perubahan generasi Kota Hujan (BOGOR), diawali dari kemauan besar dan cita-cita masa depan yang lebih baik tertanam dalam benak dan sanubari mereka, di awali dari angkatan pertama yang ingin belajar di tanah Pasundan (Bandung), yaitu era 1980-an, sebagai generasi awal yang ingin menuntut ilmu ditanah perantauan, disusul kemudian oleh generasi berikutnya yaitu era 1990-an, yang merupakan generasi kedua, dan generasi ketiga yaitu era tahun 2000-an, generasi ahir ini kebanyakan adalah anak-anak buruh dan petani yang kebanyakan hidup dibawah garis kemiskinan dan kebanyakan dari pelosok kota hujan (Bogor), dengan pengahasilan seadanya para orang tua itu berkeinginan anak-anak yang mereka sekolahkan itu menjadi anak bangsa yang bermanfaat buat nusa dan bangsa, dan mampu memberikan kontribusi yang besar buat lingkungan dimana mereka hidup kelak. Itulah harapan dari masyarakat negeri ini asal Kota Hujan (Bogor).

Prinsip dari mereka adalah, “Biar kami menjadi orang bodoh yang tergilas oleh sejarah, namun anak-anak kami harus menjadi anak bangsa yang mampu berbuat hal positif untuk negeri ini”, harapan-harapan ini yang terpendam dari nurani orang-orang buruh dan petani pedesaan yang ada di kota hujan bogor.

Kesadaran kritis ini menjadi gambaran bahwa dari Kota Hujan Bogor, para petani dan buruh juga berfikir tentang nasionalisme bangsa indonesia, mereka adalah generasi zaman dulu yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali, kebanyakan mereka adalah orang-orang putus sekolah karena faktor biaya atau kemiskinan yang menyilimuti mereka, sehingga mereka tidak menginginkan apa yang menimpa mereka terjadi pada anak cucu mereka. Mereka hanya aktif dengan tangan yang bekerja siang dan malam tanpa mengenal jam dan waktu, mereka hanya tau bekerja untuk mendapatkan seperak sen buat anak mereka yang berada diperantauan (bangku pendidikan). Inilah keinginan mereka yang tersebunyi selama ini, Semoga Tuhan selalu mengerti apa yang mereka harapkan.

The Nex Generation
The Nex Generation adalah persepsi masa depan tentang generasi kota hujan yang ada diperantauan diseluruh indonesia, yang kebanyakan berdomisili di kota-kota besar yang ada ditanah air, seperti Bandung, Jakarta, Jogyakarta, Malang, dengan profesi sebagai pelajar yang masih mengenyam dunia pendidikan. Mereka adalah generasi bangsa indonesia yang berupaya keras bangkit dari keterpurukan kedaerahan mereka yang selama ini berada dalam keterbelakangan di segala aspek, baik itu aspek ekonomi, pendidikan, sosial-budaya dan lain sebagainya. Selama ini mereka hanya memiliki kesadaran akan satu buah perubahan masa depan indonesia yang lebih baik, inilah harapan dan cita-cita yang terselimuti di dalam sanubari generasi Kota Hujan Bogor yang ada diseluruh indonesia. Dengan modal kemauan dan konsistensi mereka bertahan dengan berbagai macam kondisi yang mereka hadapi, yang terpenting bagi mereka adalah cita-cita yang akan mereka gapai, mimpi panjang yang ada dibenak mereka menjadi bom waktu yang lama yang harus terjawab kelak. Semoga Tuhan tau apa yang mereka inginkan. 

Visi Masa Depan
Generasi Kota Hujan (Bogor) merupakan generasi yang cukup banyak yang berada daerah diperantauan, ada yang bekerja untuk mendapatkan uang demi kepentingan keluarga mereka, ada yang sudah mengabdi di ruang-ruang profesional, ada yang menjadi Preman yang menjual nyawa demi uang, dan yang terahir adalah mereka yang masih berada dalam bangku pendidikan. Kelompok terahir ini adalah kelompok terdidik yang tersebar diberbagai macam daerah dan kota-kota besar yang ada di indonesia seperti yang penulis sebutkan diatas. Kelompok terahir ini juga terbagi dalam tiga tipe atau tingkatan yaitu, Pertama, kelompok hedon dan apatis yang hidupnya mengikuti tren dan mode zaman, bagi mereka adalah yang penting mereka heppy dan hidup bersenang-senang, tidak perduli dengan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari generasi bangsa yang harus serius dalam memikirkan nasib bansa, Kedua, kelompok pragmatis yaitu kelompok yang memiliki kesadaran akan perubahan namun masih naif dalam berfikir dan bertindak untuk sebuah perubahan, mereka terjebak pada nalar dan prilaku pragmatis (politik, uang, dan popularitas) sehingga kebanyakan terbawa oleh arus orang lain, dan berjuang demi kepentingan kelompok orang yang menjadi dukungan mereka, persoalannya adalah kebutuhan perut (sangat miris). Ketiga, kelompok idealis, adalah mereka yang memiliki cita-cita dan tekad besar dalam memajukan daerah mereka serta negeri ini. Merekalah orang orang yang memilikin visi masa depan dan cita-cita perubahan. Bagi mereka adalah kerja keras dalam membangun peradaban kemanusian, mereka tidak terjebak pada persoalan pragmatisme yang sealu menggoda dalam setiap ruang dan waktu.
Semoga tulisan ini bermanfaat.

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis, isi bukan tanggungjawan nubogortimur.com