Ciangsana Farm Kambing Qurban

Gus Hayid: Kalau Ada Kelompok yang Ingin Merubah Ideologi Pancasila Harus Dilawan

advertise here

Gus Hayid saat mengisi acara ‘Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama Ke-94, di Banjar, Jawa Barat, Sabtu (20/5)

NU BOGOR TIMURPengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Skill Jakarta yang juga Pimpinan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH. Muhammad Nur Hayid menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia sudah final.

Karenanya, kalau ada yang mencoba-coba menggantinya harus dilawan. ”Pancasila itu sudah sesuai dengan ajaran Islam, maka jangan percaya kalau ada kelompok atau golongan yang mau mengubah Pancasila,” tegas Gus Hayid sapaan akrab KH Muhammad Nur Hayid.

Penegasan itu disampaikan Gus Hayid saat mengisi acara ‘Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama Ke-94: Menjunjung Tinggi Kebhinnekaan, Meneguhkan Komitmen Kebangsaan, dan NKRI Harga Mati’ di Banjar, Jawa Barat, Sabtu (20/5).

“Jangan sampai perdamaian yang telah dirintis oleh ulama, umaro, para kiai, TNI, Polri, santri dan rakyat dirusak oleh satu atau dua kelompok. Pokoknya, siapa yang ingin mengubah dasar negara, mengganti pancasila harus kita lawan bersama,” ucap Gus Hayid berapi-api dihadapan Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, Pengurus NU Banjar, Banser serta ratusan jamaah yang hadir.

Gus Hayyid Disambut Banser pada saat Harlah NU 94
Gus Hayid lalu memberikan sedikit contoh mengenai kelompok-kelompok yang pernah ingin mengganti pancasila, namun kelompok tersebut akhirnya ditumpas oleh TNI-Polri.

“Dulu ada DI TII pimpinan Karto Soewiryo, tapi ditumpas oleh TNI, Polri dan ulama,” jelas Gus Hayid seraya menambahkan bahwa siapapun yang ingin merusak ideologi bangsa yang telah dirintis melalui ikhtiar yang sangat kuat dari para pendahulu dan founding fathers maka kelompok tersebut akan cilaka atau kualat.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hayid juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Sekertaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini yang tidak bisa hadir ditengah-tengah jamaah karena adanya tugas yang tidak bisa ditinggal.

“Makanya, saya diminta menggantikan beliau hadir disini, semoga di lain waktu beliau bisa hadir ditengah jamaah sekalian,” tutup Gus Hayid yang juga Sekjen DPP Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) ini. (Kds)