Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (33) : Bersandarlah Kepada Allah

advertise here
Kajian al-Hikam (33) : Bersandarlah Kepada Allah
NU BOGOR TIMUR -
Kajian al-Hikam (33)
Bersandarlah kepada Allah

ماتوَقـَّفَ مطلبٌ انتَ طَالبُهُ بِرَبِّكَ ولاتَيَسَّرَ مطلَبٌ انتَ طالبهُ بِنفسِكَ

"Tidak akan terhenti suatu permintaan (jika) kamu bersandar kepada Tuhanmu. Dan tidak akan tercapai suatu permintaan (jika) kamu bersandar pada dirimu sendiri."

Dalam maqalah di atas dijelaskan bahwa ada dua sikap dalam meraih kesukesan.
Pertama, yaitu bersikap dengan bersandar kepada Allah dalam melakukan sesuatu. Sikap yang pertama ini sebagai prinsip seorang mukmin sejati dalam melakukan segala aktifitasnya selalu bersandar pada Allah, seperti dengan membaca Basmalah yaitu Bismillahi r-rahmani r-rahimi. Membaca Basmalah tidak sekedar di bibir saja melainkan dipahami secara makna sehingga tumbuh keyakinan yang semakin kuat.

Sikap yang demikian sama halnya selalu menyertakan Allah dalam segala aktifitasnya. Maka dengan sikap yang selalu menyertakan Allah jika diberikan kesuksesan akan mudah bersyukur kepada Allah. Jika diberikan kegagalan maka akan bersabar dan mengembalikan kepada Allah. Dengan demikian, hati senantiasa mampu memandang Allah dalam kondisi apapun. Itulah buah dari sikap bersandar kepada Allah.

Kedua, sikapnya dalam melakukan sesuatu bersandar pada diri sendiri, seperti merasa dirinya paling pintar, paling hebat sehingga merasa dirinya paling bisa menyelesaikan semua masalah dengan kekuatan diri. Sikap yang demikian jika diberikan kesuksesan akan mudah sombong, angkuh bahkan melupakan Tuhan. Sebaliknya, jika diberikan kegagalan maka sikapnya akan mudah stres, depresi bahkan putus asa. Itulah dampak dari sikap bersandari pada diri sendiri. Karena itu, setelah tahu dampak negatif dari bersandar pada diri sendiri maka bersandarlah kepada Allah sebagai solusinya, karena dengan bersandar kepada Allah maka hati akan menjadi tentram dan damai dalam menghadapi segala problematika dalam kehidupan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersandar kepada Allah dalam melaksanakan segala sesuatu.


al-Rabbani, 22 Mei 2017


Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA