Ciangsana Farm Kambing Qurban

Dengan Dunia Literasi Mari Kita Memperkokoh Kesatuan NKRI

advertise here
NU BOGOR TIMUR - Di zaman modern seperti saat ini, orang lebih banyak menyukai dunia literasi, namun tidak semua tulisan yang mereka tuliskan tersebut akan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya. Nah, untuk dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan dapat bermanfaat tersebut, tentunya harus melalui berbagai macam pelatihan, pendalaman dan juga melalui berkali-kali praktek supaya dapat mengasah kemampuan berliterasi dalam bidang tulis menulis.


Seperti yang di paparkan Bapak Imam Baihaqi, mengapa di dunia pelajar dan mahasiswa literasi sangat dibutuhkan?.
Karena semua itu berawal dari dunia literasi, termasuk konflik-konflik yang terjadi di timur tengah juga berawal dari sebuah literasi. Yang mana literasi yang mereka jadikan pedoman tersebut adalah dunia literasi yang salah. Karena apa yang mereka tuliskan tersebut salah dan hanya dipergunakan untuk menebarkan berita provokasi, Hoax, Sara, Perpecahan yang juga beresiko besar menimbulkan konflik dan peperangan. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi para pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu dunia literasi harus di penuhi dengan orang yang benar-benar mencintai dunia literasi seagai pemersatu segala macam perbedaan yang ada. Salah satu hal yang akan di kenang oleh orang-orang adalah tulisan yang bermanfaat dan memotifasi dengan baik.

Ini merupakan kali ke-4 diadakannya pelatihan Jurnalistik "Digital Literacy and Cyber Army" Kabupaten Magelang yang bekerjasama dengan Penggerak Budaya Kabupaten Magelang, difasilitasi pula oleh NU Online dan juga Duta Islam.

Pelatihan ini bertujuan supaya generasi muda Indonesia lebih berani untuk menulis, Berani untuk berkarya demi mencapai NKRI yang sejahtera, NKRI yang makmur dan jaya tanpa berita Hoax, provokasi dan berita-berita pemecah belah rakyat Indonesia. Pelatihan kali ini mengambil tema "Menjaga NKRI  Memperkuat Iman, Dan Memperkokoh Persaudaraan". Hal ini dipaparkan oleh Bapak Imam Mustofa dari komunitas penggerak Budaya Kabupaten Magelang pada acara opening ceremony yang di laksanakan di gedung STAIA Syubbanul Wathon Magelang, pada Jum’at (28/07).


Untuk ikut serta memerangi Hoax dan perpecahan yang ada di Indonesia, saat ini Magelang memiliki komunitas kecil yang bertujuan untuk memperkokoh persaudaraan di NKRI, Terutama di  Kabupaten Magelang yang dinamakan Komunitas "Jamaah Kopdariyah". Jamaah Kopdariyah ini dicetuskan oleh tokoh-tokoh terkemuka di Kabupaten Magelang seperti KH. Ahmad Labib Asrori, Gus Majidun, Gus Abbet (LESBUMI NU Kab Magelang). Komunitas ini terdiri atas berbagai macam latarbelakang dan perbedaan, lintas Agama, Ras, Suku, Budaya serta Bahasa yang berdomisili di Kabupaten Magelang atau bahkan yang berdomisili di luar Kabupaten Magelang juga ada beberapa yang dapat berikut serta memeriahkan acara tersebut.

Komunitas yang telah mengadakan beberapa rangkaian kegiatan rutinan setiap sebulan sekali ini didirikan dilatarbelakangi karena kecemasan para penggerak budaya dan para tokoh-tokoh di Kabupaten Magelang yang belakangan ini seringkali menemukan tulisan-tulisan ataupun berita di media sosial maupun media informasi tentang sebuah ajakan provokasi, sara, Hoax dan lain lain yang hanya menimbulkan perdebatan, perpecahan, pertikaian dan saling menghujat satu sama lain. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi masa depan Bangsa Indonesia terutama masa depan generasi emas penerus estafet kepemimpinan NKRI.

Oleh karena itu didirikanlah sebuah komunitas kecil-kecilan bernama "Jamaah Kopdariyah" di Kabupaten Magelang yang mana komunitas ini memiliki prinsip teguh, yaitu "Tebarkan Kebaikan, Taburkan Cinta Kasih dan Berbagi Karunia" dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun berada.

Jamaah Kopdariyah yang ke-6 akan di adakan di Mapolres Magelang pada bulan Agustus ini. Waktu, tanggal dan rundown acara akan segera menyusul.

Acara Opening Ceremony ini diakhiri dengan pembacaan do’a oleh KH. Ahmad Labib Asrori. Selama 3 hari lamanya, peserta aka dibimbing dan dilatih bagaimana cara menjadi seorang pengguna media sosial yang baik dan bijak, mengatasi Hoax, meningkatkan dunia literasi Indonesia, mengeratkan, mengokohkan kembali jiwa persatuan dan kesatuan lintas perbedaan yang ada di Indonesia. Semoga selama 3 hari ino acara pelatihan diklat jurnalistik dan cyber army yang diadakan di STAIA Syubbanul Wathon Magelang ini akan berjalan dengan sukses, lancar dan sesuai apa yang diharapkan oleh para penggagas pelatihan ini. Barokallah, semoga bermanfaat bagi para pemajar, mahasiswa dan juga bagi para penggiat media sosial dan dunia literasi di seluruh Nusantra.
Dengan dunia Literasi, mari kita kokohkan lagi kesatuan dan persatusn NKRI. "Hubbul wathon Minal Iman". Cinta Tanah Air merupakan sebagian dari Iman. Mungkin kamu bukanlah saudaraku dalam "Iman" namun, kamu tetap akan menjadi saudaraku dalam kemanusiaan.

STAIA Syubbanul Wathon, 28 Juli 2017.
Vinanda Febriani