Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (37 ) : Perbedaan Pandangan Antara Orang Sudah Wushul Dengan Salik

advertise here
Kajian al-Hikam (37 ) : Perbedaan Pandangan Antara Orang Sudah Wushul Dengan Salik
NU BOGOR TIMUR -

Al-HikamPasal 37-38
Perbedaan pandangan antara orang sudah wushul dengan salik

شتان بين من يستد لُّ به او يستد لُّ عليهِ . المستدلُّ بهِ عرف الحق َّ لاَهله فاَثبت الاَمرَ من وجود اَهله . والاِ ستدلالُ عليهِ من عدمِ الوُصولِ اِليهِ. وَالاَّ فَمتىَ غابَ حتي يُستدلَّ عليهِ ومتىَ بعدَ حتى تكونَ الاَثارَُ هِيَ الَّتيِ توصِلُ اِليهِ

"Jauh sekali perbedaan antara orang yang menyakini adanya Allah dengan bukti adanya alam; dengan orang yang menyakini  bahwa adanya alam menunjukkan adanya Allah. Orang yang berpendapat adanya Allah menunjukkan adanya alam merupakan sikap orang yang mengenal hak dan meletakkan pada tempatnya, sehingga menetapkan adanya sesuatu dari asal mulanya. Sedang orang yang berpendapat adanya alam menunjukkan adanya Allah, karena ia tidak sampai kepada Allah. Maka kapnkah Allah itu ghaib sehingga memerlukan dalil untuk mengetahuinya. Dan kapankah Allah itu jauh sehingga adanya alam ini dapat menyampaikan kepadanya."

Penjelasan di atas dapat dipahami bahwa ada perbedaan sikap antara orang ahli hakikat dan ahli syariat dalam melihat alam semesta dan Allah. Sikap ahli hakikat yaitu memandang Allah sebagai pencipta alam semesta sehingga wujud alam semesta dipandang sebagai tajalli-Nya atau wujudullah. Orang-orang ahli hakikat menggunakan konsep syuhud al-wahdah fi-al-katsrah yaitu memandang yang satu (Allah) pada wujud yang banyak (alam semesta). Sedangkan sikap orang ahli syariat yaitu melihat alam semesta sbg bukti adanya Allah. Jadi keyakinan ahli syariat masih membutuhkan dalil dalam menyakini adanya Allah. Sedangkan ahli hakikat memiliki pandangan kasyaf yaitu menyakini dan memandang Allah yang mengadakan alam semesta, sehingga alam semesta dipandang sebagai kenyataan-Nya. Semoga Allah melimpahkan kita pandangan kasyaf sebagaimana ahli hakikat dalam memandang Allah.

Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA
Pimpinan Ponpes Al Rabbani Bogor