Ciangsana Farm Kambing Qurban

Jelang Perayaan Kemerdekaan, Benarkah negeri ini Sudah Merdeka

advertise here
Sopwan Muhammad
NU BOGOR TIMURUang rakyat yang terakumulasi di Anggaran  Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan seenaknya di rampok para tikus berdasi. Alhasil kesengsaraan pun dirasakan oleh masyarakat secara luas. Baru-baru ini warga kesulitan untuk memperoleh E-KTP lantaran Uang 2,3 Triluin di duga masuk ke kantong oknum pejabat.
Tidak lama media masa memberitakan Ketua DPR RI ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan korupsi pengadaan mega proyek E- KTP seperti dimuat dilaman kompas.com pada senin (17/07/2017)
Gara – gara itu salah seorang warga Cianjur kesulitan untuk mendapatkan E-KTP endingnya dia pun kesulitan untuk berangkat kerja keluar negeri lantaran KTP nya belum juga jadi, meski Dinas Kependudukan dan Catatatan Sipil kabupaten Cianjur sudah mengeluarkan kebijakan surat sementara namun untuk pembuatan paspor mesti menggunakan KTP asli.
Kesengsaraan warga diperparah maraknya calo di sekitaran kantor Disdukcapil, siapa yang punya Uang lebih besar ia yang didahulukan memperoleh KTP. Itu lah sedikit cerita dampak korban sang koruptor  di kota tauco.
Entah bagaimana alur pemikirannya. Alih – alih perjuangan rakyat, malah Uang rakyat yang raib di gondol. Bayangkan jika Uang sebesar itu di pakai beasiswa untuk menyekolahkan anak, menyantuni fakir miskin atau di pakai modal wirausaha bagi para sarjana yang bingung nyari kerjaan setelah mereka mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Setidaknya hal itu akan mengurangi angka pengangguran di negeri ini.
Lebih tidak waras lagi, Jajajaran Ashabinya solid tetap mendukung entah dimana kewarasan mereka mau – mau aja negeri ini masih meliara sang tersangka perampok Uang rakyat, posisinya masih jadi pucuk pimpinan lagi, Naudzubillah
Belum lagi soal pelemahan KPK di senayan ramai – ramai bikin hak angket terhadap KPK, Hey lu waras gak bro ? negeri ini ingin merdeka dari penjajahan sang koruptor. Waktunya tanah kelahiran ini bersih dari tindak pidana korupsi.
Fenomena seperti ini semoga tidak menular kepada generasi selanjutnya, para pemimpin rakyat sudah selayaknya memberikan contoh yang baik kepada rakyatnya. Seperti dikatakan Robert Greenleaf “Para pemimpin yang baik harus terlebih dulu menjadi pelayan yang baik”. kami berharap masa kegelapan di negeri ini segera usai, waktunya partai politik berbenah mempersiapkan sistem yang baik dengan menjaga nilai kewarasan untuk membangun negeri ini menuju kejayaan. Bersambung.****


Sopwan Muhammad
Penulis adalah Anggota Pergerakan Mahaiswa Islam Indonesia Kabupaten Cianjur