Ciangsana Farm Kambing Qurban

Ketum GP Ansor bayarkan kontrak rumah pondok pesantren al-kasyaf

advertise here
NU BOGOR TIMURPuluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu Al-Kasyaf terpaksa tidur di teras rumah, karena rumah yang disewa untuk pesantren mereka sudah habis kontraknya. Ponpes tersebut beralamat di Kompleks Vijaya Kusuma, Jalan Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jabar. 

Lokasi pesantren memang lumayan jauh dari pusat kota dan bersebelahan langaung dengan wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi memprihatikan ini menggerakkan hati Ketua Umum GP Ansor NU Yaqut Cholil Qoumas untuk membantu pesantren tersebut. 

"Setelah mendengar kabar ini, saya perintahkan sahabat-sahabat Ansor di Jawa Barat bergerak menuju lokasi, langsung membantu, saya pribadi membantu biaya kontrak rumah yang insya Allah cukup untuk satu tahun," ujar Gus Yaqut sapaan akrabnya pada hari Kamis lalu (10/8/2017). 

Selain membantu biaya kontrak rumah, keponakan kiai kharismatik NU, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) itu juga membelikan mesin foto copy untuk Pesantren Al-Kasyaf. 

"Kami juga membelikan mesin foto copy, karena pesantren ini peduli pada dunia literasi yang mendidik santri-santri berkarya dalam tulisan yang diperbayak dan diedarkan secara terbatas," tutur panglima tertinggi Banser NU ini. 

Menurut catatan Ansor NU, Pimpinan Ponpes bernama Kiai Giovani Van Rega, lulusan IAIN Bandung S1 dan S2 jurusan filsafat dan pemikiran Islam, dan sedang melanjutkan S3 ilmu agama Islam dan alumni Ponpes Darul Ma'arif Ciamis. 

Jumlah santri yang diasuh 80 orang, makan kebutuhan sehari-hari, sekolah dibiayai oleh donatur dan hasil ceramah dari pimpinan pesantren. Yang unik dari Ponpes ini sangat menjunjung tinggi literasi baca buku dan mewajibkan seluruh santrinya setiap bulan membuat buku dengan tema bebas. 

Yang menjadi permasalahan, Ponpes ini masih mengontrak sejumlah tujuh rumah yang letaknya berbeda-beda. Yang mana rumah tersebut dijadikan pondokan dan aktivitas belajar mengajar, 4 rumah untuk santriwan, 3 rumah untuk santriwati.

"Dari semuanya, cuma tiga rumah saja yang memang habis waktu sewanya. Sisanya masih aman," ujar Kiai Giovani, Pengasuh Pesantren yang berusia 37 tahun ini. 

Tiga rumah habis masa sewa kontraknya dan menurut keterangan Kiai Giovani yang empunya rumah tidak akan disewakan lagi, sedangkan apabila mengontrak di tempat lain yang berdekatan biaya sewa rumah sudah naik/mahal di angka Rp25 juta/tahun. 

Karena kondisi keuangan di Ponpes sekarang tidak mencukupi, maka 35 santri terpaksa menggunakan teras rumah untuk tidur dengan alas seadanya dan bahkan memasang tenda sederhana. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama dua pekan.

Namun kini Santri di Pesantren tersebut sudah dapat menempati kembali rumah yang dijadikan tempat tidur para santri. Sehingga santri dapat fokus untuk belajar ilmu-ilmu agama dan mengembangkan minat mereka pada dunia literasi. (Azizian)