Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (43) : Mengikuti Hawa Nafsu sbg Pemicu Kemaksiatan

advertise here
Dr. KH Ali M Abdillah , MA
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al-Hikam (43)
Mengikuti Hawa Nafsu sbg Pemicu Kemaksiatan

أَصْلُ كلُّ مَعصِيَّةٍوَغَفلةٍ وَشَهْوَةٍ الرِّضاَ عَنِ النفْسِ، واصْلُ كُلِّ طَاعةٍ وَيَقَظَةٍ وَعفَةٍ عَدَمُ الرِّضاَ مِنْكَ عَنْهاَ

“Pemicu dari semua maksiat, kelalaian dan syahwat yaitu ridha mengikuti hawa nafsu. Sedangkan sumber segala ketaatan, kesadaran spiritual dan terpeliharanya moral yaitu (sikap tegasmu) menolak tipu daya hawa nafsu."

Maqalah di atas mengurai asal muasal terjadinya kemaksiatan baik maksiat lahir maupun batin. Sebagai pemicu utama terjadinya   kemaksiatan, kelupaan mengingat Allah dan munculnya syahwat yaitu terpedayanya dirimu mengikuti rayuan nafsu. Ketika nafsu datang menggodamu dengan segala aneka tipu daya maka dirimu tidak berdaya menolaknya bahkan terjerumus mengikuti irama nafsu. 

Inilah sebagai pemicu utamanya orang terseret pada pusaran nafsu. Karena nafsu  datang pada dirimu dengan membawa kenikmatan yang menipu. Semakin terjebak dg nafsu maka akan semakin jauh dari Tuhan. Karena itu, jika dirimu ingin selamat dari tipu daya hawa nafsu maka harus ada keberanian menolak kehendak tipu daya hawa nafsu yang mempesona. Tanpa adanya sikap tegas dari dalam diri untuk melawan kehendak hawa nafsu maka akan sulit dirimu keluar dari tipu dayanya. Inilah riyadhah atau perjuangan melawan hawa nafsu. Inilah jihad akbar yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Saw ketika selesai perang Badar. Rasulullah Saw bersabda, "Kami pulang dari perang kecil menuju perang besar (jihad akbar)." Lalu sahabat bertanya, apa jihad akbar  itu ya Rasul ? "Yaitu perang melawan hawa nafsu," Mari kita terus berusaha keras melakukan riyadhah mujahadah untuk menundukkan hawa nafsu. Tanpa melakukan itu kita akan mudah diperdaya oleh hawa nafsu dan sulit utk menundukkannya. Semoga Allah memberi kekuatan kita utk terus berjuang melawan hawa nafsu.


Dr. KH.Ali M Abdillah, MA
Pengasuh Al Rabbani Islamic Collage
Nagrak Gunung Putri Bogor