Ciangsana Farm Kambing Qurban

Jokowi Beri Potongan Tumpeng HUT TNI ke Kiai Qosim, Pangkostrad, dan Veteran

advertise here
Panglima TNI dan Presiden RI memberikan Tumpeng kepada KH Sholeh Kosim pada HUT TNI 72 (05/10)
NU BOGOR TIMUR - Cilegon: Sebagai bagian dalam HUT ke-72 TNI, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk berkenan memberikan potongan tumpeng kepada 3 orang yang dipilih Panglima TNI.

"Pertama Bapak Paimin, lahir di Bandung 10 Maret 1926. Beliau veteran kemerdekaan yang berjuang pada tahun 1946," ucap Jenderal Gatot dalam pidatonya di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Kamis (5/10).

Paimin tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan pada tahun 1949 ikut dalam agresi militer I dan II di Yogyakarta. Dia juga pernah bergabung dalam Batalyon 439, 413 dan Kostrad Jakarta. Selama itu dia ikut menumpas DI/TII di Sumatera dan sisa PKI di Jateng. Saat ini Paimin berumur 92 tahun.

"Kedua Bapak KH Sholeh Qosim biasa dipanggil Kiai Qosim atau Abah Sholeh, lahir di Sidoarjo 1930," lanjut Gatot.

Kiai Qosim adalah pengasuh Ponpes Bahauddin Al-Islami Sidoarjo. Saat perang kemerdekaan, dia ikut mengangkat senjata menjadi anggota laskar Hizbullah tahun 1943 pimpinan KH Masykur yang berjuang pada 10 November di Surabaya.

"Peran beliau dalam perjuangan, mengajak umat Islam bersatu melawan Belanda dan sekutunya," ucap Gatot.

Satu lagi yang mendapat tumpeng adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Letjen Edy Rahmayadi, yang menjadi Komandan Upacara dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 TNI.

"Perwakilan TNI masa kini Letjen Edy Rahmayadi," kata Gatot.

Setelah itu, Presiden Jokowi lalu menghampiri ketiganya di atas panggung untuk memberikan potongan tumpeng dalam piring. Khusus untuk Kiai Qosim, Jokowi mencium tangan sang kiai.(kumparan.com)