Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam 49 Husnudhan Kepada Allah

advertise here
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al-Hikam 49
Husnudhan Kepada Allah

اِن لَمْ تُحْسِنْ ظَنـَّكَ بِهِ لاَجْلِ حُسنِ وَصْفِهِ فَحَسِّنْ ظَنـَّكَ بهِ لِوُجوُدِ مُعَامَلتِهِ مَعَكَ فَهَلْ عَوَّدَكَ الاَّ حَسَناً اَسدىَ اِليكَ الاَّ مَنَناً

"Jika kamu tidak bisa husnud-dhan kepada Allah karena sifat-sifat-Nya yang baik,  maka berbaik sangkalah kepada Allah karena limpahan karunia-Nya kepadamu.  Bukankah Dia (Allah) telah memberikan anugerah kepadamu melainkan sebagai kebaikan, maka Dia akan mengembalikan kepadamu melainkan limpahan anugerah.

Maqalah di atas menjelaskan bahwa kita hendaklah bersikap husnudhan (berbaik sangka) kepada Allah atas segala perisitiwa yang terjadi dalam hidup kita baik yang berupa kebaikan maupun ujian. Karena apapun yang diberikan Allah kepada kita hakikatnya itu baik menurut Allah bagi hambanya sekalipun itu berupa penderitaan dan kepahitan hidup.

Bisa jadi dibalik ujian dan penderitaan tersebut ada hikmah di dalamnya, seperti mudah bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah karena sudah memahami dan menyakini bahwa Allah pasti akan memberikan sesuatu yang terbaik  buat hamba sehingga sikapnya selalu positif thinking atau husnudhan kepada Allah. Ketika diuji ole Allah dengan kemudahan urusan dunia akan mudah bersyukur. Sebaliknya, jika diuji dengan kepahitan hidup maka akan selalu mengingat besarnya karunia Allah, seperti ketika sedang diuji sakit maka akan melihat kebesaran anugerah Allah di saat sehat, bisa mensyukuri betapa anugerah Allah jauh lebih luas. Jika semua yang datang dari Allah dipandang dengan positif thinking (husnudhan) maka hal ini dapat menambah keyakinan tentang luasnya anugerah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Dengan bersikap husnudhan kepada Allah maka sebesar apapun ujian dalam hidup akan terasa ringan dan enteng karena telah tumbuh keyakinan bahwa tidak sebanding karunia Allah yang dilimpahkan kepada kita.
Semoga kita senantiasa diberikan anugerah dapat bersikap husnudhan kepada Allah dalam kondisi apapun karena hal ini senikmat-nikmatnya anugerah.

Dr. KH.Ali M Abdillah MA