Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam 51 : Menyibak Tirai Ilahi

advertise here
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al-Hikam 51
Menyibak Tirai Ilahi

لاَتـَرْحَلْ منْ كوْنٍ الىَ كَونٍ فَتَكُونَ كَحِماَر الرَّحىٰ يَسِيْرُ وَالمكانُ الَّذِىْ ارْتَحَلَ اليهِ هُوَالَّذي ارْتـَحلَ مِنهُ ولٰكِنْ ارْحَلْ من الاَكوَانِ الى المُكَوِّنِ. وَاِنَّ الىٰ رَبِّكَ المُنْتَهٰى

"Jangan kamu berjalan dari satu alam ke alam lain dalam kegelapan (tanpa mampu memandang Allah), berarti persis seperti keledai yang berputar mengelilingi penggilingan, keledai berjalan menuju suatu tujuan padahal tempat itu menjadi permulaan saat ia berjalan.  Tetapi berjalanlah dari semua alam menuju kepada pencipta alam; Sesungguhnya Tuhanmu sebagai puncak segala tujuan."

Maqalah diatas menyadarkan kita bahwa banyak orang yang berada di alam semesta dalam kegelapan, mereka bertempat di bumi yang diciptakan Allah tapi tidak mampu memandang Allah, mereka melihat beragam makhluk di alam semesta yg diciptakan Allah tapi tidak mampu memandang-Nya. Kenapa demikian ? Karena orang tersebut pandangannya sedang terhijab dalam memandang Allah karena tebal hijab yang menutupi pandangannya. Mereka ibarat  semut yg menempel di gelas tapi tidak tahu dimana letak gelas. Mereka seperti keledai yang digunakan untuk menggiling padi atau gandum, dia berjalan memutar-mutar di suatu tempat tanpa bertemu ujungnya. Persis seperti manusia yang berada di alam semesta yang diciptakan Allah tapi tidak mampu memandang Allah, padahal wujud alam beserta isinya  menjadi nyata ini dan ada, karena diadakan oleh Allah. Namun karena pandangannya terhijab sehingga tidak mampu memandang Allah.  Padahal wujud alam semesta hakikatnya adalah wujudullah karena adanya diciptakan oleh Allah. Karena itu, semestinya ketika melihat alam semesta pandangan kita harus connecting memandang Allah. Itulah pandangan yang sudah tersingkap dalam memandang wujudullah, namun demikian harus dipahami secara proporsional tetap memilah antara wujud Allah yang qadim dan yang hudus sehingga terhindar dari pandangan yg salah dan menyimpang.

Semoga Allah senantiasa menyibak tirai-tirai hijab-Nya sehingga pandangan kita dalam keadaan syuhud musyahadah yaiti senantiasa memandang Allah.

Dr. KH. Ali M Abdillah MA

Pengasuh al-Rabbani Islamic College
Nagrak, Gunung Putri