Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (63) : Rahasia dibalik Warid (Pencerahan Spiritual)

advertise here
Dr. KH. Ali M. Abdillah MA
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al-Hikam 63
Rahasia dibalik Warid (Pencerahan Spiritual)

اَورَدَ عليْكَ الوَارِدَ لِيَتَسَلَّمَكَ مِنْ يَدِ الاَغْياَرِ وَلِيُحَرِّرَكَ مِنْ رَق الاَثاَرِ

"Allah memberikan anugerah warid (pencerahan spiritual) tujuannya supaya dirimu selamat dari genggaman duniawi yang penuh tipu daya dan membebaskan dirimu dari perbudakan materialisme."

Maqalah diatas sebagai jawaban dari maqalah sebelumnya bahwa Allah memberikan anugerah warid (pencerahan spiritual) sebagai pengalaman ruhani bagi para salik dan ahli thariq supaya dapat merasakan pengalaman ruhani secara nyata sehingga keyakinannya semakin kokoh untuk istiqamah berjalan menuju Allah. Kenapa harus demikian? Ternyata ada tujuan dibalik pemberian anugerah warid bagi para salik yaitu:

1.  Selamat dari genggaman duniawi yang penuh tipu daya.
Dengan merasakan pengalaman ruhani secara nyata maka dapat membuka mata kita adanya kehidupan selain aspek duniawi yaitu ada aspek ruhani (spiritual) sehingga muncul kesadaran untuk melepaskan diri dari tipu daya duniawi.

2.  Terbebas dari perbudakan materialisme.
Dengan memperoleh pencerahan ilmu-ilmu ruhani yang dapat membuka mata lahir dan mata batin kita dapat memahami hakikat wujud alam semesta sebagai tajalli wujud al-haqq maka kita akan terbebas dari perbudakan materialisme yaitu pandangan yang orientasinya sebatas lahiriyah dan fisik sehingga terhijab dalam memandang wujud al-haqq.

3.  Keluar dari penjara materialisme menjadi pandangan syuhud. Sebagaimana dijelaskan dalam maqalah berikut.

اَورَدَ عليْكَ الوَارِدَ لِيُخْرِجَكَ مِنْ سِجْنِ وُجُودِكَ اِلٰى فَضاَءِ شُهُودِكَ
"Allah memberikan warid kepadamu supaya dirimu  terlepas dari penjara materialisme menjadi pandangan syuhud yaitu memandang Allah dalam melihat wujud alam semesta ."

Orang yang sudah memperoleh pencerahan ilmu-ilmu ketuhanan dan merasakan pengalaman ruhani secara nyata maka akan senantiasa dapat merubah paradigma lama yang berorientasi duniawi yang materialistik menjadi ukhrawi yang berdimensi spiritual. Dengan demikian, pandangannya senantiasa akan memandang Allah dalam melihat alam semesta. Itulah pandangan syuhud para ahli muhaqqiqin.

Semoga Allah melimpahkan anugerah-Nya kepada kita sehingga kita diberikan rizki ruhani pandangan syuhud yaitu memandang Allah dalam melihat alam semesta.

Dr. Ali M. Abdillah MA
al-Rabbani Islamic College