Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (72) : Istiqamah dalam Wirid

advertise here
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al-Hikam 72
Istiqamah dalam Wirid

اِذاَ رَأيْتَ عَبْداً أقاَمهُ اللهُ تعالى بِوُجُودِ الاَورَدِ وَاَدَمَهُ عليهاَ مَعَ طُول الامداَد فَلاَ تـَسْتحْقِرَنَّ ماَمنَحَهُ مَولاهُ لاَنَّكَ لم تَرَعليهِ سِيماَ العاَرِفِينَ ولاَ بَهْجَةَ المُحِبِّينَ فَلولاَ واَرِدٌ ماكاَنَ وِرْدٌ

"Jika kamu melihat
seseorang yang telah ditetapkan oleh Allah istiqamah dalam melaksanakan wirid-wiridnya dan melanggengkannya dalam waktu cukup lama (namun belum nampak keistimewaannya),  maka jangan sekali2 kamu meremehkannya apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, terlebih kepada org-orang yang Arif dan orang-orang yang bergelora cintanya kepada Allah. Sebab jika tidak ada warid niscaya tidak akan ada wirid."

Maqalah di atas memberikan motivasi kepada para salik supaya tetap istiqamah dalam mengamalkan wirid yaitu amalan-amalan zikir yang diijazahkan oleh para pembimbing ruhani (Mursyid), sekalipun dalam mengamalkan zikir-zikir tersebut sudah dalam waktu yang lama namun belum muncul keistimewaannya. Maka jangan sekali-sekali meremehkan mereka, sebab bisa jadi Allah sedang menyembunyikan keistimewaan dari wirid-wirid tersebut supaya hatinya terjaga untuk istiqamah tanpa dikotori oleh sifat ujub dan takabur. Sebab munculnya keistimewaan-keistimewaan bagi para salik namun hatinya belum siap menerimanya justru bisa memunculkan sifat- sifat ujub dan takabur yang dapat mengotori hatinya. Karena itu, tetaplah istiqamah dalam mengamalkan wirid karena istiqamah dalam sebuah amal lebih baik daripada seribu karamah. Dan wirid yang dilakukan secara istiqamah pasti akan berbuah warid yaitu memperoleh pengalaman ruhani dan ketersingkapan hijab. Namun demikian dalam mengamalkan wirid hanya semata-mata karena Allah bukan untuk meraih warid. Jika masih terlintas ingin memperoleh warid dalam wiridnya justru sebagai pertanda masih jauh untuk memperoleh warid ilahiyah, karena warid itu anugerah bukan sebagai tujuan, sebab tujuan para salik yaitu meraih ridha Allah dalam wushul ilallah.
Semoga Allah memberikan istiqamah kepada kita dalam melaksanakan wirid hingga berbuah warid.

DR. KH. Ali M. Abdillah, MA

al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunungputri, Bogor