Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (74) : Balasan Amal di Akherat

advertise here
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al-Hikam 74
Balasan Amal di Akherat

اِنّماَ جَعلَ الدَّرالاَخِرَة َ محلا ًّ لِجَزَاءِ عِباَدِهِ المُوءْمنينَ لاَِنَّ هٰذ هِ الدَّرَ لاَ تَسَعُ ماَ يُرِيدُ انْ يُعْطيَهُم وَلاَنَّهُ اَجلَّ اَقداَرَهُمْ عنْ اَنْ يُجاَزيَهُِم في داَرِِ لاَبَقاَءَ لهاَ

"Sesungguhnya Allah menjadikan kampung akhirat sebagai tempat pembalasan bagi hamba yang mukmin, karena kehidupan dunia tidak mampu menampung balasan yang akan diberikan oleh Allah kepada mereka, (ternyata) Allah lebih sayang memberikan balasan mereka di tempat yang tidak kekal."

Maqalah diatas memberikan penjelasan bahwa dalam beramal hendaklah dilakukan secara ikhlas yaitu semata-mata karena Allah. Jika amal dilakukan secara ikhlas maka balasannya akan berlipat ganda baik di dunia maupun di akherat. Namun balasan Allah tidak diberikan semuanya di dunia karena dunia tidak mampu menampungnya. Makanya Allah akan membalas amal ibadah hamba-hambanya yang ikhlas berlipat ganda di akherat kelak, sebab kehidupan di akherat lebih kekal sedangkan kehidupan dunia sementara.

Namun demikian kita harus ingat bahwa amal sekecil apapun yang memperoleh balasan di akherat yaitu amal yang dilakukan secara ikhlas. Jika tidak ikhlas maka amalnya akan sia-sia. Dalam hadits dijelaskan, "Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal yang didalamnya terselip sebutir riya'." Riya' yaitu beramal yang terlintas tujuannya ingin dilihat, dipuji dan dinilai oleh manusia. Maka amal yang demikian dipastikan tidak akan mendapatkan balasan dari Allah. Dalam kitab Ihya' Ulum al-Din Imam al-Ghazali mengutip sebuah kisah yaitu orang yang saat di dunia ahli ibadah dan ahli shadaqah, namun saat dihisab orang tersebut termasuk ahli neraka, lalu dia protes kepada malaikat. "Wahai malaikat kenapa amalku di dunia tidak dibalas di akherat." Lalu malaikat menjawab, "Apakah dirimu saat beramal karena manusia ? Jika demikian minta balasan kepada orang yang kamu jadi tujuan amal. Sebab sekecil apapaun amal hamba yang dilakukan secara ikhlas pasti Allah balas berlipat ganda." Orang tersebut menyesal sekali karena saat di dunia salah niat dalam beramal.

Mari kita perbaiki dan luruskan amal kita hanya semata-mata karena Allah bukan untuk mencari pujian atasan bukan pula untuk mencari sanjungan manusia. Semoga Allah senantiasa membimbing kita bisa terus belajar beramal secara ikhlas karena hanya amal ikhlas yang akan dibalas oleh Allah.

DR. KH. Ali M. Abdillah, MA

al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunungputri, Bogor