Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (83) : Hikmah dibalik Kesulitan dan Kemudahan

advertise here
NU BOGOR TIMUR -



Kajian al-Hikam 83
Hikmah dibalik Kesulitan dan Kemudahan

بسطكَ كى لا يُبْقِيك مع القبضِ وقبضكَ كى لا يترُككَ معَ البسطِ واخْرَجكَ عَنْهماكى لاتكون لشىءٍدونهُ

"Allah memberikan siatuasi lapang kepadamu, supaya kamu tidak selamanya dalam kondisi kesempitan, dan Allah telah memberikan kondisi sulit supaya kamu tidak terlena dalam kondisi lapang, dan Allah dapat melepaskan dirimu dari keduanya, supaya kamu tidak tergantung kepada sesuatu selain Allah."

Maqalah diatas sangat memberi pencerahan dalam menghadapi dua kondisi yang saling berlawanan antara suka dan duka, antara kebahagiaan dan penderitaan, antara kemudahan dan kesulitan. Sebab manusia mudah bersikap sombong jika hidupnya dipenuhi dengan kemudahan dan berlimpah materi. Sebaliknya, ada juga orang yang berkeluh kesah yang berlebihan ketika sedang menghadapi kesulitan dan penderitaan. Padahal kondisi keduanya menurut Allah adalah ujian.

Orang dikasih kemudahan supaya bisa bersyukur kepada Allah dan bisa merasakan betapa mahalnya karunia Allah. Sebaliknya, bagi yang diuji kesulitan jangan berkecil hati dan putus asa karena dibalik ujian tersebut ada Allah yang maha kuasa. Dibalik ujian kepahitan dan kesulitan bisa jadi Allah sedang menyanyangimu karena dengan kondisi demikian dirimu bisa ingat kepada Allah dan kembali berjalan menuju kepada-Nya.

Jadi dibalik kondisi kelapangan dan kesulitan  ada Allah selaku sutradaranya karena itu jangan sombong dan melupakan Allah disaat diberi kemudahan, karena bagi Allah sangat mudah membalikkan dari kelapangan menjadi penderitaaan. Sebaliknya jika diuji dengan kondisi yang pahit jangan suudhan kepada Allah apalagi putus asa. Jika mampu bersabar suatu saat pasti Allah akan mengganti kondisi kesulitan menjadi kemudahan.

Semoga Allah senantiasa memberikan anugerah kepada kita dapat bersyukur di saat kondisi lapang dan bisa bersabar saat dalam kondisi kesulitan, sebab keduanya harus dipandang dan dikembalikan kepada Allah.

DR. KH. Ali M. Abdillah, MA
al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunungputri, Bogor