Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (99) Terkabulnya sebuah do’a

advertise here
NU BOGOR TIMUR -


Kajian al-Hikam (99)
Terkabulnya sebuah do’a

مَتٰى اَطـْلَقَ لِساَنَكَ بِاالطَلَبِ فَاعلمْ اَنَّهُ يُرِيدُ ان يُعْطِيكَ

Ketika Allah telah melepaskan lidahmu dengan permintaan (doa), maka ketahuilah bahwa Allah ingin memberi kepadamu.”

Maqalah diatas menjelaskan tentang kondisi seorang hamba yang sudah menyadari ketidak berdayaannya dan mengakui kemaha kuasan dan kemaha perkasaan Allah setelah mengalami ujian dan cobaan. Maka saat itu muncul sikap merasa faqir di hadapan Allah dan senantiasa berdoa memohon kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, karena di dalam hatinya sudah tumbuh keyakinan hanya Allah sebagai tempat meminta, hanya Allah sebagai tempat bergantung dan hanya Allah sebagai tempat berserah diri.  Keyakinannya semakin tumbuh menjadi kuat dan  semakin yakin akan kebenaran janji-janji Allah sehingga sudah tidak ada lagi keraguan sedikitpun. Maka disaat kondisi demikian sebagai pertanda bahwa Allah akan memberikan suatu anugerah kepada hamba tersebut. Anugerah yang nyata dirasakan saat itu yaitu anugerah semakin kokoh bangunan keyakinannya hingga mencapai tahqiq yaitu puncak keyakinan hingga sudah tidak ada lagi keraguan lagi sedikitpun kepada Allah. Itulah cara Allah untuk memperkokoh keyakinan hamba-hamba yang dicintainya  melalui proses merasakan ujian hidup secara nyata. Ibarat seperti bangunan keakuan yang diberhalakan di dalam jiwanya sudah diruntuhkan maka akan muncul bangunan keyakinan yang semakin tumbuh menjadi kuat dan kokoh.
Jika keyakinan kita semakin kokoh maka doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah. Itulah cara Allah membimbing dan menguatkan keyakinan hamba-hamba yang dicintai-Nya sebagaimana para Nabi,  Wali dan shalihin.

Semoga Allah semakin menguatkan bangunan keyakinan kita kepada Allah menjadi kuat dan kokoh hingga sirna berhala-berhala keakuan di dalam diri ditelan kegelapan dunia yang fana' ini.

Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA
al-Rabbani Islamic College