Ciangsana Farm Kambing Qurban

Sewindu Haul Gus Dur; Jenderal Gatot Nurmantyo Ungkap Sosok Ulama yang Menghapus 'Tujuh Kata' di Pancasila.

advertise here

NU BOGOR TIMURJakarta - Para tokoh agama, politisi, pejabat dan mantan pejabat menghadiri Sewindu Haul Gus Dur di kediamannya Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

Diantara yang hadir adalah mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.
“Kapolri diwakili Kepala Intelijen Polri, Komisaris Jenderal Lutfi Lubihanto. Selamat datang pak,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Sewindu Haul Gus Dur, Yenny Wahid.

Yenny juga menyapa secara khusus mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. “Selamat datang bapak Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Tapi Pak Gatot sekarang tidak jadi Panglima TNI,” tandasnya.

Dari sejumlah tokoh, dalam Haul Gus Dur kali ini, rupanya Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat kesempatan memberikan testimoni untuk Almarhum Bapak Bangsa ini.

Dalam sambutannya Jenderal Gatot sebut Gus Dur merupakan salah satu putra terbaik dan guru bangsa. Peran strategis Gus Dur menurut Gatot tak lepas dari aliran darah pejuang KH. Wahid Hasyim dan Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari, Ayah dan Kakeknya. Jadi wajar menurut Gatot kalau Gus Dur menjadi tokoh hebat.

Jenderal Gatot bercerita tentang sosok kakek Gus Dur, sosok pejuang, pahlawan nasional, dan pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia. Peran luar biasa dijalani oleh Hadratus syekh Hasyim Asy'ari.

"Dan yang paling penting, mungkin bangsa ini tak akan ada seperti ini, karena beliau mencetuskan resolusi jihad. Dengan resolusi Jihad sekutu berhasil dipukul mundur." terangnya.

Melalui resolusi jihad kyai-kyai dari Jawa Barat dan dari manapun bersatu, berjuang bersama-sama.


"Yang membunuh jenderalnya sekutu, bukan tentara, tapi santri. Yang naik ke hotel, sekarang hotel majapahit, ada bendera Belanda, yang merobek bendera Belanda ya santri." lanjut Gatot.

Maka tak heran sosok KH. Wahid Hasyim dan Gus Dur kiprahnya tak jauh dari yang telah 'digariskan' Hadrastus Syekh Hasyim Asy'ari.

Sebelumnya Jenderal Gatot juga bercerita tentang sosok KH. Wahid Hasyim. KH. Wahid Hasyim merupakan sosok ulama pahlawan nasional yang memiliki andil besar terlibat persiapan kemerdekaan, masuk ke dalam BPUPKI dan PPKI.

"Iki sing nggawe Pancasila dan segala macem terkait itu. (Ini yang membuat pancasila dan segala macamnya terkait itu.)" ucapnya.

KH. Wahid Hasyim juga tercatat sebagai menteri Agama pertama Indonesia. Perannya menjaga keutuhan bangsa dan negara tak terelakkan KH. Wahid Hasyimlah yang mencetuskan penghapusan tujuh kata dalam Pancasila.

"Dan demi persatuan bangsa, beliaulah yang meluruskan sila pertama Pancasila, menggantikan 'dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dengan Ketuhanan Yang Maha Esa." terang Jenderal Gatot.
Beberapa tokoh yang hadir diantaranya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Jenderal Pol (Purn) Sutarman, Jenderal Gatot Nurmantyo, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Lutfhi Lubihanto, Mahfud MD dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tampak juga Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar, Bupati Trenggalek Emil Dardak, Marwan Ja’far, Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul, pedangdut Cici Paramida dan Grup Musik Bimbo

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang sedianya akan hadir diwakili oleh Komjen Pol Lutfhi Lubianto. Kapolri tidak jadi hadir karena ada perintah presiden untuk mengikuti rapat di Bali. Demikian juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tidak jadi hadir dan diwakili mantan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.