Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al- Hikam (101) : Sikap Menghadapi Ujian

advertise here
NU BOGOR TIMUR -

Kajian al- Hikam (101)
Sikap Menghadapi Ujian

لِيُخَفِّفْ اَلَمَ البَلاَءِ عليكَ عِلمُكَ بِاَنَّهُ سُبْحانهُ هُوَ المُبْلى لكَ. فالذِىواجهَتكَ منهُ الاقدارُ هُوَالذيْ عَوَّدَكَ حُسنُالاِخِتِياَرِ

“Supaya derita ujian yang menimpa dirimu terasa ringan maka dirimu harus mengetahui bahwa Allah yang memberi ujian kepadamu. Dia (Allah) yang telah menetapkan takdir-Nya kepadamu, Dia pula yang telah memberikan sebaik-­­­­­­­­­­baik pilihan untukmu.”

Maqalah diatas menjelaskan bahwa setiap manusia akan menghadapi beragam ujian dari Allah. Sikap manusia dlm menghadapi ujian juga beragam, ada yang bisa sabar, ada yang protes, ada yang menggerutu dan ngomel-ngomel, bahkan ada pula yang putus asa. Maqalah diatas memberikan solusi dalam meghadapi ujian,  seberat apapun ujian yang kita hadapi harus dipahami secara ilmu bahwa Allah sebagai Dzat yang mengujinya. Jika kita sudah yakin bahwa ujian yang sedang kita hadapi dari Allah maka kita terus memandang Allah sebagai pengujinya. Jika kita sudah mampu memandang Allah dalam menghadapi setiap ujian niscaya beban jadi ringan, hati bisa menerima. Karena apapun bentuk ujian yang diberikan kepada hamba sudah ada dalam garis ketetapan Allah (Qadar Allah) sehingga tidak mungkin manusia bisa menghindar dari Taqdir Allah. Sebab dibalik setiap ujian ada rencana yang terindah dari Allah utk setiap hamba-Nya. Saat menghadapi ujian memang terasa pahit tapi dibalik kepahitan itu ada tarbiyatu l-Ilahiyah yaitu adanya bimbingan ruhani langsung dari Allah. Mutiara yang indah tidak didapat dipinggiran sungai atau di permukaan laut, namun harus dicari dengan penuh perjuangan dan kesabaran di dasar laut. Karena itu, yakinilah bahwa seberat apapun ujian datangnya dari Allah dan pandanglah Allah sebagai penguji. Sebab  dibalik ujian tersebut ada rencana indah yang terbaik menurut Allah buat hamba-hamba-Nya.

Semoga kita senantiasa bisa memandang Allah dalam menghadapi segala ujian.

Dr. KH. Ali M. Abdillah., MA
al-Rabbani, 26 Januari 2018