Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (126) : Tirai dalam Kemaksiatan

advertise here
NU BOGOR TIMUR -
Kajian al-Hikam (126)

Tirai dalam Kemaksiatan

الستر على قسمين ستر عن المعصية وستر فيها، فالعامّة يطلبون من الله تعالى الستر فيها خشيــة سقوط مرتبتهم عندالخلق،  والخاصة يطلبون من الله السترعنهاخشية سقوطهم من نظرالملك الحقّ


“Jenis tirai ada dua: Pertaman, tirai dari melakukan maksiat; Kedua,  tirai dalam berbuat maksiat, manusia awam meminta Allah supaya ditutupi dalam melakukan maksiatnya, karena khawatir martabatnya jatuh di hadapan manusia. Sedangkan orang-orang khusus meminta Allah supaya ditutupi dari melakukan maksiat karena khawatir jatuh martabatnya dari pandangan Allah sebagai penguasa yang haq.”

Maqalah di atas menjelaskan adanya dua tirai atau tutup yang diberikan Allah kepada hamba yang melakukan maksiat. Ada kalanya Allah menutupi perbuatan maksiat yang dilakukan oleh hamba. Ini merupakan kasih sayang Allah supaya hamba yang melakukan maksiat bisa segera bertaubat kembali di jalan Allah. Namun adakalanya Allah menjaga hamba dari perbuatan maksiat. Anugerah ini sebagaimana diberikan kepada orang- orang yang dicintai Allah seperti para Nabi dan para wali. Mereka terjaga dari melakukan segala bentuk maksiat.

Perbedaan dua macam tirai yang diberikan oleh Allah kepada hambanya sesuai dengan martabatnya. Sikap bagi orang awam berharap dalam melakukan maksiat tidak terbongkar perbuatannya supaya martabatnya tidak jatuh di hadapan manusia. Inilah sikap orang awam yang pandangannya masih sebatas melihat manusia belum mampu memandang Allah. Dalam melakukan maksiat bukan takut Allah tapi masih takut dengan manusia jika perbuatannya terbongkar. Berbeda dengan orang khusus yang ditakuti ketika melakukan maksiat bukan manusia tapi Allah.

Semoga kita termasuk orang yang takut melakukan maksiat karena Allah bukan karena manusia.

DR. KH. Ali M Abdillah, MA
Al Rabbani Islamic College