Ciangsana Farm Kambing Qurban

Kajian al-Hikam (127) : Keindahan Tirai Allah dibalik Kemuliaan

advertise here
DR. KH. Ali M Abdillah, MA
NU BOGOR TIMUR

Kajian al-Hikam (127)

Keindahan Tirai Allah dibalik Kemuliaan

من اكرمك فانمااكرمك  وفيك جميل ستره فالحمد لمن سترك ليس الحمد لمن اكرمك وشكرك



”Siapapun yang memuliakan dirimu sesungguhnya (hakikatnya) Allah memuliakan dirimu. Dan pada dirimu ada keindahan tirai Allah (yang menutupi aibmu). Maka yang layak memperoleh pujian yaitu Allah yang menutupi aibmu bukan orang yang memuliakanmu dan berterima kasih padamu.”

Maqalah di atas menjelaskan bagaimana menyikapi pujian yang datangnya dari manusia. Biasanya manusia ketika mendapatkan pujian mudah muncul sikap 'ujub (bangga diri) atau GR (gede rumongso) padahal sikap ini tidak benar, karena ketika manusia memperoleh penghormatan dan kemuliaan hakikatnya Allah yang memberi penghormatan dan kemulian itu. Sebab sesungguhnya Allah sangat mengetahui kekurangan dan aib dirimu namun Allah menutupinya bahkan memberikan kemulian dan penghormatan pada dirimu. 

Karena itu, yang layak dipuji bukan orang yang memuliakan dan menghormatimu tapi Allah yang telah menutupi kekurangan dan aibmu dengan memberikan penghormatan dan kemulian. Maka dari itu sikap kita sebagai hamba yang hina dan penuh kekurangan dan aib ketika memperoleh penghormatan dan kemuliaan harus senantiasa memuji Allah karena Allah yang menutupi aib kita dan memberikan penghormatan dan kemulian.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita untuk tetap waspada dan mengingat Allah saat memperoleh penghormatan dari manusia. Jangan sampai kita lupa diri bersikap GR dan melupakan Allah. Nau'dzubillah min dzalik.

DR. KH. Ali M Abdillah, MA
Al Rabbani Islamic College