Ciangsana Farm Kambing Qurban

Mimpi Islah Felix Siaw dengan GP Ansor

advertise here
NU BOGOR TIMUR - Oleh : Ayik Heriansyah

Mimpi ishlah antara Felix Siauw (FS) dengan GP. Ansor dalam waktu dekat mungkin masih terlalu jauh untuk jadi kenyataan. Dapat dimengerti jika sebagian orang memimpikan hal tersebut atas nama ukhuwah Islamiyah. Walaupun tidak sepenuhnya benar, alasan ukhuwah Islamiyah sebenarnya bukan masalah pokok konflik FS dengan GP. Ansor. Bagi GP Ansor jangankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan basyariyah-pun mereka pegang erat. Jadi apa sesungguhnya inti permasalahan FS sehingga kehadirannya selalu ditolak GP. Ansor dan masyarakat. Lalu atas aspirasi GP. Ansor dan masyarakat, Polisi membubarkan beberapa acara dakwah FS. Adapun opini yang mengatakan Banser membubarkan pengajian, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ini bentuk penyesatan opini yang tidak sehat bagi upaya merekatkan ukhuwah Islamiyah.


Proses FS menjadi kader HTI militan beriringan dengan proses keislamannya. Beliau sebelumnya beragama Katolik. Sekolah dari dari SD sampai SMA di sekolah Katolik di Palembang. Ketika kuliah di IPB, Beliau mendapat hidayah masuk Islam setelah diskusi panjang dengan mahasiswa IPB anggota HTI yang bernama M. Fatih Karim. Boleh dikatakan M. Fatih Karim ini musyrif (pembimbing) FS yang pertama. Kalau masuk Islam itu diibaratkan kelahiran kembali seorang anak manusia, maka FS sejak lahir sudah HTI, mirip kebanyakan anggota GP. Ansor yang sejak lahir sudah NU.



Di HTI sendiri, FS bukan termasuk di jajaran pengurus elit. Kebetulan FS  syabab HTI yang jadi figur publik. Kelebihan Felix bisa memberi training motivasi kepada pelajar dan mahasiswa. Waktu masih belum setenar sekarang, saya sebagai ketua HTI Babel (2004-2010), beberapa kali mengajak FS mengisi training di Babel. Namanya melejit setelah menulis buku tentang Sultan Muhammad al-Fatih penakluk kota Konstantinopel. Persis seperti yang di-nubuwwah-kan oleh Nabi Muhammad Saw.


Maksud FS melalui buku itu, ingin menunjukkan keshahihan sistem Khilafah yang sedang Beliau perjuangkan bersama teman-teman HTI-nya. Padahal Muhammad al-Fatih sendiri seorang Sultan bukan Khalifah. Saat Konstantinopel ditaklukkan tahun 1453, status pemerintahan Utsmaniyah masih kesultanan, baru pada masa kepemimpinan Salim I (1512-1519) Utsmaniyah berubah menjadi Khilafah setelah Sultan Salim I berhasil menaklukkan pemerintahan Safawi di Iran bagian Utara dan Barat kemudian menundukkan Kesultanan Mamluk di Mesir pada tahun 1517. Kekhalifahan Utsmaniyah jadi sempurna dengan bergabungnya penguasa Hijjaz ke dalam pemerintahan Salim I.  Perubahan status pemerintahan Utsmaniyah dari kesultanan menjadi kekhalifahan terjadi 64 tahun setelah penaklukan Konstantinopel.

Ayik Heri

Terlepas dari ketidakakuratan persepsi sejarah yang ingin dibentuk, FS makin popular. Beliau jadi idola baru para remaja shalih dan shalihah. Kepopulerannya ditunjang oleh pembawaannya yang santai, supel dan gak jaim. Beberapa kali beliau diundang stasiun televisi. Tampil bareng ulama, ustadz dan tokoh kondang nasional. FS sendiri kemudian menjadi tokoh muda nasional. Bersama teman-teman kuliahnya di IPB dulu, dia membentuk komunitas YukNgaji. Komunitas kaum pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar agama Islam. Tentu saja, sebagai kader HTI, FS mengarahkan komunitas YukNgaji menjadi sarana rekrutmen simpatisan HTI yang nantinya bermuara kepada rekrutmen calon anggota lalu menjadi anggota HTI.  Pada tataran teknis, aktivitas dakwah FS bersifat individu, namun secara strategis tetap dalam lingkup grand design HTI.

Ayik Heriansyah, Mantan Aktifis HTI, Mantan Ketua HTI Babel 2004-2010

* Tulisan ini merupakan opini penulis, isi bukan bagian tanggungjawab redaksi